Persoalan Air di Desa Batu ; Dulu, Kini dan Nanti

DEMAK – Air di masa lalu dan di masa sekarang sangat jauh berbeda. Di masa lalu secara alami air bersih mudah diketemukan baik di kali sebagai aliran air dari dataran tinggi/pegunungan menuju laut atau pada wilayah-wilayah dengan pohon-pohon liar seperti hutan. Airnya pun jernih. Karena jernihnya, di masa lalu banyak orang yang mengkonsumsi air langsung dari sumbernya. Sehingga air benar-benar sebagai bagian dari sumber kehidupan kita. Namun rupanya pepatah lain dulu lain sekarang berlaku untuk air bersih. Di masa sekarang justru sebagian hidup kita digunakan untuk menemukan sumber air untuk kehidupan kita.

Di desa Batu kecamatan Karangtengah-Demak, sebagai desa sasaran Pamsimas tahun 2020, pada hari Sabtu, 04 Juli 2020 telah dilaksanakan logging. Logging geolistrik, merupakan satu tahapan dalam rangka eksplorasi air tanah. Dengan teknologi kekinian, logging diharapkan mampu mengidentifikasi sumber-sumber air tanah. Karena baru pertama kali melihat logging, Satlak desa Batu, Abdullah, berkomentar dengan ceritanya tentang air pada masa lampau dan kini, serta kekhawatirannya di masa mendatang. Dulu, sambil menerawang seolah menembus langit di masa lalu ketika ia masih kecil. Ia memulai ceritanya kepada Tim 3 Fasilitator Pamsimas Demak, yang saat itu monitoring kegiatan logging ; Pada waktu saya masih kecil kali Setu yang cukup besar dan membelah desa Batu merupakan wadah air yang disiapkan oleh Alloh SWT dimana kami bisa mandi, minum, bahkan BAB langsung di sana. Desa-desa sekitar juga bisa ikut menikmati suguhan air di kali Setu. Ketika musim kemarau, banyak warga desa sekitar yang mengambil air di kali Setu Batu. Kami mengkonsumsi air kali hanya dengan diendapkan. Bahkan tidak jarang dari kami yang minum langsung menggunakan damen padi. Sampai hari ini justru kami sehat-sehat. Tapi sekarang untuk mencari air bersih biayanya cukup mahal dan menjadi tugas tambahan Pemerintah untuk rakyatnya. Saya jadi membayangkan bagaimana kecukupan air bagi manusia di masa 30 atau 50 tahun yang akan datang.
[Tim 3 Fasilitator Pamsimas Demak]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *