KP-SPAMS Kabupaten Demak Bergerak Menuju Surplus Pemberdayaan Ekonomi Warga

DINPERKIM Kab. DEMAK – Pamsimas ; Sesuai permintaan DPMU terkait dengan laporan progres kegiatan di desa dampingan sebagai syarat pengesahan Laporan Bulanan Fasilitator, Tim 3 Fasioitator Pamsimas Kabupaten Demak pada hari Rabu, 05 Agustus 2020 melaporkan hasil dampingannya terhadap desa sesuai status desa kepada Nurul Prasetyani, ST. M. Si selaku DPMU Pamsimas Kabupaten Demak

Pada desa reguler secara umum progres kegiatan tertimbang 40 %. Baik di Desa Batu Kecamatan Karangtengah maupun di Desa Banjarejo Kecamatan Guntur pelaksanaan pengeboran sudah terselesaikan. Pembangunan SCT untuk sekolah maupun untuk masyarakat sudah terselesaikan 100 %. Saat ini kegiatan sudah mulai pada pelaksanaan pembangunan bak air dan rumah pompa. Kegiatan lain yang berupa kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan juga sudah dilaksanakan 4 pelatihan dari 5 pelatihan yang direncanakan, yaitu Pelatihan Administrasi dan Keuangan, Pelatihan Teknik SAM dan SAN, Pelatihan Kader Kesehatan, dan pelatihan tetang Disabilitas, menyusul di minggu ketiga bulan Agustus ini akan dilaksanakan pelatihan KP-SPAMS

Seperti halnya di desa reguler, 2 desa HID dampingan Tim 3 capaian progresnya juga sudah berada di 40 % dari seluruh kegiatan yang direncanakan dalam RKM. Desa Purwosari Kecamatan Sayung misalnya, setelah selesai pengeboran pada minggu ketiga bulan Juli 2020, Satlak langsung beranjak untuk menyiapkan pembangunan rumah pompa dan bak air. Demikian juga yang dilakukan oleh Satlak di Desa Banjarsari Kecamatan Sayung, sehingga progres kegiatan berada pada rata-rata prosentase kabupaten

Menanggapi laporan progres desa-desa dampingan Tim 3 dalam status masa program, Nurul menitipkan pesan agar selalu berpatokan pada ketepatan waktu, ketepatan sasaran dan ketepatan penganggaran sesuai rencana yang tertuang dalam RKM. Namun tidak seperti biasanya, kali ini selaku DPMU yang tandatangannya menjadi bagian dari pembangunan SPAMS, beliau merasa punya tanggungjawab agar keberlanjutan SPAMS yang terbangun juga terjaga dan terpelihara dengan baik

Kabupaten Demak secara nasional bisa dianggap sebagai tolok ukur keberhasilan Pamsimas, sehingga program hibahnya juga besar sebagai penghargaan keberhasilan pengelolaan dan pemeliharaan. Bahkan Satker Kabupaten Demak menyiapkan Fasilitator secara mandiri untuk mendampingi Program HAMP. “Ini artinya, kita serius dalam menangani persoalan air”, demikian ungkap Nurul

Dalam suasana dialogis dan cair, di ruang kerjanya Nurul juga menanyakan perkembangan desa HID sebagai desa pasca. Sejauh mana keberhasilan KP-SPAMS dalam mengelola sistem yang terbangun. Perkembangan SR sebagai indikator keberhasilan pengelolaan menuju akses 100 % juga bisa menjadi indikator surplus pengelolaan. Mendapat jawaban jumlah SR di Desa Banjarsari Kecamatan Sayung, Nurul langsung menghitung perkiraan surplus pengelolaan sistem oleh KP-SPAMS. Beliau juga mengandai-andai, “jika rata-rata surplus bersih 5 juta perbulan, mestinya di masa pertanggungjawaban akhir tahun KP-SPAMS bisa mengalokasikan dana sosial untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. Kepala Desa selaku Pembina KP-SPAMS pasti akan senang dan mendukung penuh kegiatan yang membantu meringankan tugasnya sebagai bapaknya warga desa.

By : Tim 3/TFL Pamsimas
Bidang PKP Dinperkim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *