DEMAK – Sakwijining dino, Mlatiharjo sebuah desa yang berada di kecamatan gajah kabupaten demak, tengah berupaya mewujudkan desa yang memiliki akses 100% air bersih untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Tahun 2020 PAMSIMAS turut mewarnai pembangunan di desa tersebut, salah satu tahapan yang sedang berprogres di bulan juni-juli adalah pengeboran yang akan dilanjutkan dengan pembuatan bak penampung air. Pengeboran dilaksanakan pada lokasi yang telah direkomendasikan dari metode geolistrik, sebagai sarana pendekatan keberadaan titik sumber air sebagai salah satu unsur teknis yg harus dilalui.
Pengeboran telah dilakukan sampai kedalaman -132M, setelah dilakukan proses logging terdapat akuifer setebal 3m pada kedalaman -129m s/d -132m, tentunya hal ini cukup riskan untuk terpenuhinya debit 1,5Ltr/dtk. Dengan demikian hal ini menjadi kendala teknis tersendiri yang mengharuskan Tim fasilitator bersama Satlak, KKM serta pemerintah desa mengadakan konsolidasi untuk mencari lokasi pengeboran yang baru. Secara non teknis pihak KKM tidak bisa melakukan pembayaran kepada pengebor karena pengebor harus memulai pekerjaan dari awal lagi, tentunya dana yang ada di rekening KKM tidak bisa terserap dengan cepat dan maksimal, hal ini juga akan berpengaruh pada pengajuan termin APBN tahap ke II, Menjadi molor tertinggal dengan desa yang lain dan akan berpengaruh pada Progres fisik yang rendah tidak sesuai dengan RKTL yang telah disusun dalam bentuk tabel maupun diagram kurva S.
Sedangkan pekerjaan bak penampung air belum berani berspekulasi untuk dikerjakan ketika sumur bor belum mendapatkan sumber air yang sesuai dengan standar teknis. Strategi kedepan untuk mengejar progres yang tertinggal adalah segera memulai pengeboran di titik lokasi yang baru, meminimalisir kerusakan alat kerja, dan berdoa.
FM TIM 5 (Yuli, Ahmadun, Faqih)#bid.pkp