Kolaborasi Dalam Pembangunan Infrastruktur di Desa Kebonbatur, Mranggen

DINPERKIM – Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu perhatian pemerintah sejak Indonesia merdeka. Sejak tahun 2015, pemerintah serius menggenjot pembangunan infrastruktur mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain di sisi pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerahpun juga semakin gencar membangun infrastruktur untuk mempermudah akses-akses masyarakat dalam melakukan mobilisasi sehari-hari. Dengan infrastruktur yang memadai dan layak dapat menunjang roda perekonomian masyarakat karena dapat menghemat waktu dan biaya akomodasi.

Dalam proses pembangunannya, dibutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga membutuhkan waktu bertahap dalam menyelesaikannya. Pembangunan infrastruktur daerah tidak hanya menggunakan dana APBD namun juga ada dana dari Pusat, Provinsi mapun CSR. Namun terkadang saat di lapangan masyarakat mengajukan bantuan secara swadaya atau melalui dana desa untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.

Desa Kebonbatur Kecamatan Mranggen, merupakan salah satu desa yang masyarakatnya sangat kooperatif dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Tercermin dari sikap masyarakat yang sangat ramah dan memberi saran arahan terkait kondisi dilapangan tentang ketersediaan air yang merupakan salah satu aspek penting. Dengan arahan tersebut dapat membantu penyedia jasa untuk mempersipakan hal-hal yang dibutuhkan untuk mengatasi kondisi tersebut, sehingga saat masa pelaksanaan tidak terdapat kendala secara teknis.

Dalam pembangunan jalan di kebon agung barat, dengan kondisi lapangan yang membutuhkan talud sebagai penahan jalan agar konstruksi jalan kuat, sedangkan paket pekerjaan yang ada hanya untuk betonisasi jalan, masyarakat dengan sangat kooperatif mengajukan diri membatu pembangunan talud tersebut secara swadaya masyakat di kawasan tersebut secara gotongroyong. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini, pada gambar sebelah kiri saat pertama kali melakukan survey lapangan untuk merencanakan desain yang sesuai belum terdapat talud untuk menopang jalan terlihat pada sepanjang garis merah. Namun pada saat kunjungan lapangan berikutnya besama penyedia jasa sudah terdapat talud sepanjang garis kuning.

Pada Pekerjaan Betonisasi jalan Kadilangon, masyarakat juga mengajukan diri membantu dalam pelevelingan jalan, karena terjadi sedikit perubahan dari saat survei awal, yang membutuhkan pelevelingan lebih dari rencana awal. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah, dimana terjadi diskusi terkait bagaimana sistematika dalam menangani perubahan kondisi lapangan yang berbeda dengan rencana awal.

Desa Kebonbatur Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak ini bisa dijadikan contoh dimana terdapat kolaborasi yang sangat baik dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Demak. Diharapkan banyak desa-desa lain yang melakukan hal serupa sehingga menjukkan interaksi positif antara pemerintahan daerah dengan masyarakat. (suc_PLP/06#bid.pkp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *