DEMAK – Program kebutuhan ruang pada lingkungan perumahan disamping kebutuhan untuk rumah, juga kebutuhan untuk fasilitas lingkungannya. Penyediaan ruang untuk fasilitas lingkungan seperti untuk taman, tempat bermain anak, untuk pertokoan, sekolah dan aktifitas bersama lainnya. Bahan dasar arsitektur adalah massa dan ruang, perpaduan antara keduanya adalah merupakan esensi perancangan. Jenis yang formal, yang dibentuk oleh façade bangunan dan pelataran kota di sebut urban space ( ruang kota ), sedang yang natural ( informal ) yang menyajikan alam ( nature ) didalam atau disekeliling kota disebut open space ( ruang terbuka ).
Permukiman di Desa Kebonbatur Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak termasuk dalam permukiman yang ideal, dimana permukiman tersebut telah memenuhi semua elemen-elemen pembentuk. Fasilitas penunjang yang dalam permukiman tersebut lengkap sesuai dengan peraturan tentang penggunaan lahan dalam perencanaan permukiman.
Salah satu elemen penting kawasan permukiman yaitu open space atau yang dikenal dengan ruang terbuka, yang mulai jarang kita temui di era sekarang karena semakin tingginya kebutuhan akan lahan hunian hingga mengesampingkan kebutuhan open space dan melupakan kegunaannya dalam menunjang fungsi permukiman ideal.
Ruang terbuka (Open Space) merupakan ruang terbuka yang selalu terletak di luar massa bangunan yang dapat dimanfaatkan dan dipergunakan oleh setiap orang serta memberikan kesempatan untuk melakukan bermacam-macam kegiatan. Yang dimaksud dengan ruang terbuka antara lain jalan, pedestrian, taman lingkungan, plaza, lapangan olahraga, taman kota dan taman rekreasi (Hakim, 2003 : 50).
Namun sayangnya open space yang ada di kawasan permukiman Desa Kebonbatur belum termanfaatkan secara optimal dan tidak terawat dengat baik. Terlihat dari banyaknya sampah dan rumput liar yang tumbuh di area open space tersebut. Padahal jika termanfaatkan secara optimal open space tersebut bisa digunakan sebagai landmark dan main entrance (pintu masuk) permukiman tersebut.

Landmark merupakan salah satu unsur pembentuk karakter kawasan yang dapat diartikan sebagai penanda, keberadaan landmark berfungsi sebagai orintasi bagi pengunjung. Landmark building merupakan bangunan yang menampilkan karakter yang berbeda dari lingkungan sekitar sehingga dapat menjadi landmark atau penanda dalam suatu kota. Keberadaan landmark suatu kawasan sangat penting saat ini. Ditengah maraknya perkembangan global lewat kebebasan informasi, gaya bangunan dan tata kota menjadi serupa satu sama lain. Landmark mempermudah manusia dalam mengenali tempat berpijak.
Ketika kita mengunjungi suatu kawasan yang belum pernah kita kenal ataupun kita kunjungi, kita akan mencari sesuatu yang dapat kita jadikan sebagai acuan awal yang menjadi patokan kita untuk kembali apabila akan berkeliling kawasan tersebut. Acuan awal yang kita pilih pasti sesuatu yang mudah diingat, seperti tugu, taman kota, atau tempat kita pertama kali memasuki kawasan tersebut seperti gapura, bandara, terminal, dan sebagainya.
Dalam perancangan suatu kawasan, keberadaan acuan tersebut sangat penting. Tidak adanya acuan yang dapat digunakan akan membawa citra kurang baik bagi kawasan tersebut. Terlebih bagi pengunjung dari luar kawasan atau lebih sering disebut turis karena akan membuat bingung ketika mereka berkeliling dalam kawasan tersebut.
[suc_PLP06#PKP]
Sumber :
https://bondanprihastomo.wordpress.com
https://ejournal.unsrat.ac.id
http://eprints.undip.ac.id