Demak – Selasa, 16 Juni 2020. Ditengah himpitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berpengaruh buruk pada segala sektor; ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, agar negeri ini terhindar dari krisis ekonomi. Mulai dari regulasi stimulus ekonomi, sampai pemberian bantuan tunai, dan non tunai. Mungkin kepanikan dan kekwatiran diatas tidak begitu dirasakan untuk sebagian petani warga Desa sambung Kec.Gajah Kab. Demak yang mana saat ini para petani di desa Sambung sedang merayakan Panen Raya Padi Musim tanam (MT-2).
Momentun panen raya padi masih menjadi peluang kerja yang sangat berharga bagi para petani, buruh tani dan pengepul gabah, karena momen panen hanya berjalan beberapa minggu saja, namun dapat memberikan penghasilan diatas rata-rata, sehingga banyak warga desa yang memanfaatkan waktunya untuk mengejar rezeki saat panen raya. Rupanya Euforia panen raya ini tak dilewatkan juga oleh anggota Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAM) “Tirta Kusuma” Ds. Sambung untuk menambah tabungan mereka.
Meskipun ditengah kesibukan yang extra padat saat musim panen seperti ini, anggota BP-SPAM Ds.Sambung tetap kompak meluangkan waktunya untuk merakit sambungan rumah (SR). Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab yang tinggi, mengingat Desa Sambung mendapatkan bantuan Hibah Air Minum Perdesaaan senilai Rp. 400.000.000,- bagi 210 Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selasa (16/06/2020) Team yang diketuai Bp.Mustakim ini memang layak diacungi jempol, meskipun dengan kondisi tubuh yang letih, namun mereka tetap merakit SR saat malam hari, waktu yang seharusnya untuk berkumpul keluarga, mereka korbankan demi mengalirnya air bersih di rumah warganya.
Pengorbanan yang butuh dedikasi tinggi, bukan hanya sekedar bayaran, atau sanjungan, namun lelah pejuang-pejuang air bersih ini akan terbayarkan dengan senyum warga Sambung yang rumahnya teraliri air bersih.
Yuli martyaningsih ~ TFL HAMP Kab. Demak#Bidang PKP


