PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK MELAKUKAN KONVERGENSI PERCEPATAN PENCEGAHAN STUNTING, AYO CEGAH STUNTING ITU PENTING!

Dinperkim Kab. Demak – Kamis, 06 April 2023 Bertempat di ruang studio Bappelitbangda Kab. Demak, telah dilaksanakan rapat koordinasi dalam rangka pemantauan dan evaluasi percepatan penurunan stunting, dengan agenda rapat penyelesaian Aksi 1 dan 2 serta penentuan lokus desa stunting tahun 2024. Adapun peserta rapat adalah para pegawai Bappelitbangda, Dinpermasdes P2KB, Dinputaru, Dinperkim, Dindukcapil, Dinnakerind, Din LH, Dinsos P2PA, Dinas Kesehatan, Dinlutkan, Dinpertan Pangan, Dinkominfo, Dindikbud, Kantor Kementerian Agama dan Tehtical Assistence (TA) stunting Kabupaten Demak. Rapat Koordinasi ini dibuka oleh Kepala Bidang PensosBud Bappelitbangda Kabupaten Demak.

Stunting yang sering disebut kerdil atau pendek merupakan kondisi gagal tumbuh
pada anak berusia dibawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standard deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya. Penyebab dari masalah stunting berhubungan dengan empat faktor yaitu akses terhadap pangan bergizi, praktek pemberian makanan bayi dan anak, akses terhadap pelayanan kesehatan serta akses terhadap kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi. Sedangkan penyebab tidak langsungnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi pendapatan dan kesenjangan ekonomi, perdagangan, urbanisasi, globalisasi, sistem pangan, jaminan sosial, sistem kesehatan, pembangunan pertanian, dan pemberdayaan perempuan.

Dampak dari stunting dalam jangka pendek menyebabkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motoric dan tidak optimalnya ukuran fisik tubuh serta gangguan metabolisme. Dalam jangka panjang stunting menyebabkan penurunan kemampuan pelajaran di usia sekolah yang akan berpengaruh pada produktivitas dimasa dewasa. Selain itu, kekurangan gizi juga menyebabkan gangguan pertumbuhan (pendek dan atau kurus) dan meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung coroner dan stroke.

Pencegahan stunting dilakukan melalui intervensi gizi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik menyasar penyebab stunting yaitu kecukupan asupan makanan dan gizi, pemberian makan, perawatan dan pola asuh, dan pengobatan infeksi/penyakit. Adapun Intervensi gizi sensitif mencakup peningkatan akses pangan bergizi; peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan gizi ibu dan anak; peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan; dan peningkatan penyediaan air bersih dan sarana
sanitasi.

Upaya percepatan pencegahan stunting akan lebih efektif apabila intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif dilakukan secara konvergen. Konvergensi penyampaian layanan membutuhkan keterpaduan proses perencanaan, penganggaran, dan pemantauan program/kegiatan pemerintah secara lintas sektor untuk memastikan tersedianya setiap layanan intervensi gizi spesifik kepada keluarga sasaran prioritas dan intervensi gizi sensitif untuk semua kelompok masyarakat, terutama masyarakat miskin. Dengan kata lain, konvergensi didefinisikan sebagai sebuah pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama pada target sasaran wilayah geografis dan rumah tangga prioritas untuk mencegah stunting. Penyelenggaraan intervensi secara konvergen dilakukan dengan menggabungkan atau mengintegrasikan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan bersama.

Upaya konvergensi percepatan pecegahan stunting dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi program/kegiatan. Pada tahap perencanaan, konvergensi diarahkan pada upaya penajaman proses perencanaan dan penganggaran regular yang berbasis data dan informasi faktual agar program dan kegiatan yang disusun lebih tepat sasaran melalui: pelaksanaan analisis situasi awal; penyusunan rencana kerja dan pelaksanaan rembuk stunting; Analisis situasi awal dan rembuk stunting dilakukan untuk mengetahui kondisi stunting di wilayah Kabupaten Demak, penyebab utama, dan identifikasi program/kegiatan yang selama ini sudah dilakukan. Dari analisis ini diharapkan dapat menentukan program/kegiatan, kelompok sasaran, sumber pendanaan dan lokasi upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Demak, yang kemudian diterjemahkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Kerja Organisasi Perangkat daerah (OPD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

By : Devina
Bidang Kawasan Permukiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *