{"id":7021,"date":"2020-06-01T15:50:22","date_gmt":"2020-06-01T15:50:22","guid":{"rendered":"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=7021"},"modified":"2020-09-23T04:24:13","modified_gmt":"2020-09-23T04:24:13","slug":"cara-tung-desem-memaknai-nilai-nilai-pancasila-di-saat-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=7021","title":{"rendered":"Cara Tung Desem Memaknai Nilai-nilai Pancasila di Saat Pandemi"},"content":{"rendered":"\n<p>JAKARTA \u2013 Setiap orang memiliki caranya untuk memaknai nilai-nilai dalam Pancasila, khususnya di tengah pandemi COVID-19. Begini cara seorang motivator dan pakar marketing Tung Desem Waringin memaknainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tung Desem yang juga sebagai penyintas COVID-19 menyampaikan agama-agama lain sebagai suatu keindahan. Keindahan itu tidak hanya di dalam agama yang dianut tetapi juga di dalam agama-agama yang lain. Menurutnya banyak sekali pelajaran indah dari agama-agama yang juga menyejukkan hati.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi kita percaya bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa yang punya hak masing-masing kita hormati,\u201d ujar Tung Desem melalui ruang digital pada hari ini, Senin (1\/6).<\/p>\n\n\n\n<p>Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dimaknai untuk membantu manusia lain. Menurutnya, orang yang fokus terhadap diri sendiri itu cepat mati, sedangkan fokus terhadap orang lain dan membantu orang lain akan lebih panjang umur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSecara kemanusiaan kita itu membantu manusia lain membuat kita lebih semangat dan lebih sehat,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada sila selanjutnya, Tung berpesan untuk tidak mengambil kesempatan di tengah pandemi dengan mengacaukan Indonesia. Ia berpendapat justru harus bersatu untuk melawan COVID-19.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita harus bersatu untuk melawan Covid. Kita paham ada orang-orang yang terpaksa harus keluar untuk bekerja, tak perlu dicela. Tapi yang keluar&nbsp;<em>please<\/em>&nbsp;deh hati-hati. Tapi yang bisa di rumah&nbsp;<em>please<\/em>&nbsp;di rumah saja. Jadi kita harus bersatu tak perlu mencela orang-orang lain tapi bagaimana kita memahami,\u201d lanjutnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tung Desem berharap bahwa kita memiliki kebijaksanaan dan hikmat. Hikmat atau kearifan ini dibutuhkan masyarakat di saat menghadapi situasi seperti sekarang. Dengan hikmat, masyarakat dapat memahami situasi dan menghadapinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHikmat luar biasa, bijaksana itu luar biasa sehingga kita bisa melihat sudut pandang orang lain dan bisa memaklumi, bisa mentoleransi,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, ia memaknai sila ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan membantu pemerintah dalam menyelesaikan pandemi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita saling membantu. Fokus membantu orang lain membuat kita jauh lebih semangat dan lebih sehat,\u201d ulang Tung Desem.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengatakan dengan meluangkan waktu untuk membantu orang lain, itu membuat kita jauh lebih bahagia,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMeskipun kita membantunya dalam hal kecil saja, ini membuat kita lebih bahagia,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tung Desem berpesan bahwa Pancasila ini merupakan pilar untuk Indonesia. Pilar yang menjadikan bangsa Indonesia kuat, khususnya menghadapi pandemi saat ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional<br>Sumber :  <a href=\"https:\/\/covid19.go.id\/p\/berita\/cara-tung-desem-memaknai-nilai-nilai-pancasila-di-saat-pandemi\"><em>https:\/\/covid19.go.id<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Setiap orang memiliki caranya untuk memaknai nilai-nilai dalam Pancasila, khususnya di tengah pandemi COVID-19. Begini cara seorang motivator dan pakar marketing Tung Desem Waringin memaknainya. Tung Desem yang juga sebagai penyintas COVID-19 menyampaikan agama-agama lain sebagai suatu keindahan. <a href=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=7021\" class=\"read-more\">Baca Selanjutnya &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7022,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[],"class_list":["post-7021","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-umum"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/5ed4b54fe73f5871047527.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7021"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12351,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7021\/revisions\/12351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}