{"id":6372,"date":"2020-04-29T02:38:57","date_gmt":"2020-04-29T02:38:57","guid":{"rendered":"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=6372"},"modified":"2020-04-29T02:38:58","modified_gmt":"2020-04-29T02:38:58","slug":"setelah-pasar-salatiga-pasar-bintoro-demak-lakukan-penerapan-jarak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=6372","title":{"rendered":"SETELAH PASAR SALATIGA, PASAR BINTORO DEMAK LAKUKAN PENERAPAN JARAK"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>SEMARANG<\/strong>\u00a0\u2013\u00a0 Dilansir dari media elektronik <a href=\"https:\/\/jatengprov.go.id\/publik\/setelah-pasar-salatiga-besok-pasar-bintoro-demak-lakukan-penerapan-jarak\/\">jatengprov.go.id<\/a> (28\/4\/2020), Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menekan persebaran Covid-19, termasuk mengatur jarak antarpedagang di pasar tradisional, guna mengurangi kerumunan. Pedagang di Pasar Salatiga telah menerapkannya sejak Senin (27\/4\/2020), Rabu, 29\/4\/2020 pedagang di Pasar Bintoro Demak pun melakukan hal serupa. <\/p>\n\n\n\n<p>Gubernur\u00a0 Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, konsep pemberian jarak antar pedagang sudah disosialisasikan sejak pertengahan April. Ia mengaku, konsep itu ditiru dari pasar-pasar yang ada di Myanmar.\u201cIni bagus (pemberian jarak pedagang) keren. Setelah saya lihat di Myanmar saya\u00a0<em>share<\/em>\u00a0ke bupati walikota. Ternyata Salatiga yang bisa lakukan itu. Maka dari itu saya tag di IG saya dan tunjukan bahwa Salatiga bisa, walau belum sempurna. Tinggal nanti kita awasi,\u201d kata dia, setelah memimpin rapat di Gedung A Kantor Gubernur Jateng, Selasa (28\/4\/2020). <\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengatakan, konsep pemberian jarak di pasar adalah adaptasi terhadap pandemi Covid-19. Ganjar menyebut, pada wabah seperti ini,\u00a0jika ingin tetap berkegiatan ekonomi dengan lancar,\u00a0masyarakat harus mau menyesuaikan diri. Di Jawa Tengah, khususnya Semarang Raya, sudah dilakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM). Itu ditempuh agar masyarakat dapat berkegiatan namun dengan menerapkan peraturan ketat, pemberian jarak, menyediakan tempat cuci tangan, dan penggunaan masker.\u201cParadigmanya harus kita ubah bila hidup dengan Covid-19, akankah kita mengambil jalur PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), artinya kerumunan sama sekali tak boleh, suasana sepi ekonomi terpuruk. Atau cara lain seperti Semarang Raya atau Banyumas yang bikin Perda. Maka kita harus\u00a0<em>move on<\/em>,\u201d kata dia. Hal serupa diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah Arif Sambodo. Menurutnya konsep seperti di Pasar Salatiga, akan ditiru oleh Pasar Bintoro Demak. \u201cMulai hari Rabu dinihari, 29\/4\/2020 Pasar Bintoro Demak akan lakukan\u00a0<em>distancing<\/em>\u00a0antarpedagang hingga 29 Mei 2020. Sudah ada edaran Bupati dan diagramnya,\u201d terang Arif. Menurutnya, pedagang yang ada di Pasar Bintoro akan berdagang di jalan yang ada yang di depan pasar. Adapun, waktu operasionalnya sampai pukul 09.00 pagi. Arif menjelaskan, peraturan terkait pemberian jarak, sebenarnya sudah diwara-wara sejak awal April. Hal itu kian diperkuat, dengan pemberlakuan PKM di wilayah Semarang Raya. <\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"752\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/WhatsApp-Image-2020-04-29-at-09.31.36-2-1024x752.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6375\" srcset=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/WhatsApp-Image-2020-04-29-at-09.31.36-2-1024x752.jpeg 1024w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/WhatsApp-Image-2020-04-29-at-09.31.36-2-300x220.jpeg 300w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/WhatsApp-Image-2020-04-29-at-09.31.36-2-768x564.jpeg 768w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/WhatsApp-Image-2020-04-29-at-09.31.36-2-360x264.jpeg 360w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/WhatsApp-Image-2020-04-29-at-09.31.36-2.jpeg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Pemprov menginstruksikan kepala pasar agar memberi jarak, mengatur jam operasional, serta pemanfaatan belanja daring.\u201cSementara baru dua pasar Salatiga dan Demak. Untuk yang lain sebenarnya sudah melakukan\u00a0<em>distancing<\/em>, hanya saja di dalam pasar. Di atur jarak antar pedagang,\u201d imbuhnya.Terakhir ia berharap, dengan permodelan seperti di Pasar Salatiga dan Pasar Bintoro Demak, pasar-pasar di Jateng bisa meniru. Setidaknya, memberikan jarak yang cukup antarpedagang serta mengatur waktu operasional.\u201cMisal yang pedagang sayur pagi hari, pedagang beras dan daging siang hari. Tidak hanya itu. Pada pelaksanaannya sektor lain, seperti Satpol PP Linmas, juga harus mendukung melakukan pengawasan,\u201d pungkas Arif. <\/p>\n\n\n\n<p><em>(Pd\/Ul, Diskominfo Jateng) <br>Sumber :  <a href=\"https:\/\/jatengprov.go.id\/publik\/setelah-pasar-salatiga-besok-pasar-bintoro-demak-lakukan-penerapan-jarak\/\">https:\/\/jatengprov.go.id\/publik\/setelah-pasar-salatiga-besok-pasar-bintoro-demak-lakukan-penerapan-jarak\/<\/a> <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG\u00a0\u2013\u00a0 Dilansir dari media elektronik jatengprov.go.id (28\/4\/2020), Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menekan persebaran Covid-19, termasuk mengatur jarak antarpedagang di pasar tradisional, guna mengurangi kerumunan. Pedagang di Pasar Salatiga telah menerapkannya sejak Senin (27\/4\/2020), Rabu, 29\/4\/2020 pedagang <a href=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=6372\" class=\"read-more\">Baca Selanjutnya &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6374,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-6372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sekretariat"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/WhatsApp-Image-2020-04-29-at-09.31.36.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6372"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6376,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6372\/revisions\/6376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}