{"id":1699,"date":"2019-06-13T08:06:14","date_gmt":"2019-06-13T08:06:14","guid":{"rendered":"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=1699"},"modified":"2019-06-13T08:25:17","modified_gmt":"2019-06-13T08:25:17","slug":"menangani-permukiman-kumuh-dengan-membangun-kampung-impian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=1699","title":{"rendered":"MENANGANI PERMUKIMAN KUMUH DENGAN MEMBANGUN KAMPUNG IMPIAN"},"content":{"rendered":"<p>CATATAN PENANGANAN KUMUH TAHUN 2018 \u00a0KOTAKU\u00a0 KAB DEMAK<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-1700\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-1.png\" alt=\"\" width=\"243\" height=\"257\" \/><\/p>\n<p>Putut Wijanarko, ST<\/p>\n<p>Kordinator KOTAKU Kab. Demak<\/p>\n<p>OSP-1\u00a0 \u00a0Jawa Tengah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Permukiman kumuh tidak semata disebabkan masalah sarana dan prasarana lingkungan yang tidak layak, tetapi masyarakat yang tinggal didalamnya juga berpengaruh penting. Menangani permukiman kumuh juga bukan seperti\u00a0 mencari ikan, dengan menebar jala di berbagai tempat untuk menjamin keberhasilan, tetapi mestinya seperti bermain puzzle, petak demi petak diselesaikan hingga tuntas yang akhirnya bisa menjelma menjadi gambar yang indah.<\/p>\n<p>Penanganan Permukiman kumuh juga tidak hanya berupa upaya menangani permasalahan kumuh dan merubah wajah kampung saja, tetapi juga\u00a0 memulai upaya-upaya yang menjamin keberlanjutannya.<\/p>\n<table style=\"height: 79px;\" width=\"716\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1701 size-full alignleft\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-2.png\" alt=\"\" width=\"226\" height=\"205\" \/>Kabupaten Demak berbatasan langsung dengan Kota Semarang di sisi Barat, dengan Kabupaten Kudus disebelah\u00a0 Timur, juga bertetangga dengan Kabupaten Jepara dan Kabupaten Grobogan. Kabupaten Demak juga berhadapan langsung dengan Laut Jawa disisi Utara.\u00a0 Wilayah Demak dilintasi jalan jalur Pantai Utara (PANTURA) yang menghubungkan Propinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur yang terkenal \u00a0sibuk karena menjadi urat nadi perekonomian Pulau Jawa bahkan nasional,\u00a0 kondisi ini mendorong\u00a0 tumbuhnya kawasan-kawasan industri dan pusat-pusat ekonomi\u00a0 di sekitarnya yang kemudian menumbuhkan permukiman penduduk yang padat.\u00a0 Namun sayangnya juga \u00a0menumbuhkan \u00a0bangunan-bangunan di lahan yang tidak semestinya (illegal).\u00a0 Akibat permasalahan rob\/banjir \u00a0yang rutin hadir di kawasan sekitar pantai, juga mengakibatkan\u00a0 permukiman menjadi kumuh, disamping dipicu oleh sebab lain yaitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya.<\/p>\n<p>Permasalahan sampah diikuti drainase, jalan dan pengelolaan limbah cair menjadi permasalahan dominan di kawasan permukiman perkotaan, disamping\u00a0 indikator lain yang bervariasi di beberapa kawasan permukiman.\u00a0 Total luas permukiman kumuh di Kabupaten Demak sesuai penetapan Bupati Demak Tahun 2016 adalah 368 Ha yang berada di Kecamatan Demak, Mranggen dan Sayung, sedangkan yang menjadi target nasional dan akan diselesaikan hingga akhir Tahun 2019 adalah seluas 38,15 Ha yang berada di Kecamatan Demak.<\/p>\n<p><strong>PERMAINAN PUZZLE<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1702 alignleft\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-3-300x214.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-3-300x214.png 300w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-3-360x256.png 360w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-3.png 531w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Permukiman kumuh di Kabupaten Demak berupa petak-petak kawasan yang tersebar dibanyak tempat. Mengingat cukup luasnya wilayah permukiman kumuh dan terbatasnya sumber daya untuk menanganinya, penanganan \u00a0tidak dilakukan dengan menebar kegiatan di banyak tempat tetapi dengan menangani petak demi petak\u00a0 permukiman kumuh hingga tuntas\u00a0 dan kemudian\u00a0 baru menangani petak-petak berikutnya.\u00a0 Metode ini efektif menurunkan luasan kumuh, dimana progresnya menjadi jelas dan mudah diukur, hasilnya pun akan berbeda jika dibandingkan dengan metode menyebar kegiatan di banyak tempat, karena metode seperti ini akan membuat kegiatan penanganan permukiman kumuh menjadi parsial, dan akan lebih sulit dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat didalamnya.\u00a0 Kolaborasi \u00a0juga dibangun dari setiap petak permukiman kumuh yang akan ditangani sesuai dengan permasalahan dan rencana penanganannya hingga \u00a0tuntas.<\/p>\n<p><strong>MEMBANGUN KAMPUNG IMPIAN<\/strong><\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1703 alignleft\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-4-300x182.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"182\" srcset=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-4-300x182.png 300w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-4.png 345w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Perilaku masyarakat \u00a0sangat berpengaruh terhadap kualitas permukimannya, sehingga penanganan permukiman kumuh tidak hanya menjawab permasalahan kelayakan sarana dan prasarana permukiman, tetapi juga harus mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga kualitas permukimannya. Strategi yang ditempuh adalah dengan cara tidak hanya sekedar membangun infrastruktur tetapi \u00a0harus menghasilkan perubahan visual\u00a0 sehingga masyarakat bangga tinggal didalamnya. Kebanggaan ini diharapkan bisa merubah perilaku dan memotivasi untuk terus mengembangkannya. Perubahan visual awal yang diharapkan, meliputi 3 aspek, yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li>Estetis (Indah)<\/li>\n<li>Hijau dan asri<\/li>\n<li>Bersih dan tertata<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Langkah yang ditempuh dengan cara menyediakan desain\/gambar \u00a0perubahan visual, membangun komitmen bersama, dan peningkatan kapasitas masyarakat baik didalam kelas maupun studi banding dalam hal mengelola lingkungan permukiman yang baik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1704 alignleft\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-5-300x234.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"234\" srcset=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-5-300x234.png 300w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-5-347x270.png 347w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-5.png 366w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Langkah ini akan \u00a0membuat penanganan permukiman kumuh tidak hanya\u00a0 menangani permasalahan skore dan luasan permukiman kumuh yang bisa dikurangi, tetapi\u00a0 lebih jauh sebenarnya\u00a0 menyiapkan masyarakat<\/p>\n<table style=\"height: 20px;\" width=\"304\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>untuk terus bergerak meningkatkan kualitas permukiman menuju \u201ckampung impian\u201d nya, dan ini sesungguhnya\u00a0 upaya\u00a0 untuk menjamin keberlanjutan penanganan permukiman kumuh secara sistematis.<\/p>\n<p>Proses kegiatan penguatan masyarakat dan penguatan kelembagaan masyarakat yang ada dilingkungan yang sedang ditangani ini parallel dengan proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana permukiman, harapannya saat proses pembangunan fisik selesai tidak butuh waktu lama, perubahan visual segera bisa terwujud.<\/p>\n<p><strong>KOLABORASI TIDAK HARUS BERARTI DANA<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1705 alignleft\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-6-300x224.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"224\" srcset=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-6-300x224.png 300w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-6-360x270.png 360w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-6.png 556w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Mengukur kolaborasi sebaiknya bukan \u00a0dengan besaran uang atau ukuran indikator yang ditangani (7 indikator permukiman kumuh), hal tersebut akan mempersempit kesempatan\u00a0 banyak pihak untuk berpartisipasi. Kolaborasi mestinya bisa diperluas, menjadi\u00a0 apa yang bisa dilakukan supaya masyarakat bisa mencapai visi permukimannya, sehingga kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas masyarakat, kapasitas kelembagaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas permukimannya menjadi terbuka untuk dikolaborasikan.\u00a0 Tanaman hias, Pot dan bahan peralatan lain yang diperlukan untuk menghijaukan lingkungan dan memperindah permukiman seperti cat, hiasan dan lain sebagainya juga\u00a0 penting untuk mendorong masyarakat bergerak meningkatkan kualitas permukimannya. Peralatan, bahan dan kebutuhan tersebut memang tidak langsung menjawab kebutuhan sarana prasarana untuk menyelesaikan indikator permukiman kumuh, tetapi\u00a0 lebih mendorong masyarakat mencapai\u00a0 kualitas kampung yang bersih, asri, hijau dan indah bisa dimulai. Kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan masyarakat juga sangat dibutuhkan sehingga upaya pengembangan pengelolaan lingkungan permukiman dapat berjalan dengan optimal. Dan yang tidak kalah penting\u00a0 adalah bagaimana\u00a0 upaya masyarakat untuk mencapai kampung impiannya tersebut bisa menjadi visi dan misi lembaga masyarakat yang ada (RT, RW dan PKK) di lokasi penanganan dan kemudian ditindak lanjuti kedalam program kerjanya.<\/p>\n<p><strong>PANGGUNG KEBERLANJUTAN<\/strong><\/p>\n<p>Setelah proses pembangunan sarana dan prasarana permukiman bisa diselesaikan, proses\u00a0 penguatan masyarakat dan kelembagaan masyarakat juga sudah terlaksana, masyarakat pun akan bergerak mewujudkan kampung yang bersih, hijau, asri dan indah sehingga\u00a0 perubahan visual\u00a0 kampung yang semula kumuh pun terlihat, kebanggaan masyarakat terhadap upaya yang sudah dilakukan pun bisa ditumbuhkan. Semangat\u00a0 untuk terus mengembangkan kualitas permukiman ini tentunya harus dijaga, untuk itu Pemda Demak lewat Dinas Perumahan dan Permukiman sudah mengagendakan kegiatan Hari Habitat di tingkat kabupaten, kegiatan tahunan tersebut berupa Lomba Kampung Juara yang diikuti oleh para pengelola permukiman (kampung impian) untuk memamerkan capaiannya, saling berbagi pengalaman\u00a0 dan akan memilih pengelolaan kampung-kampung terbaik untuk diberi penghargaan. Hadiah yang telah disediakan untuk Juara I senilai Rp. 100 Juta, Juara II Rp. 75 Juta, Juara III Rp. 50 Juta dan Harapan 1,2 dan 3 masing-masing senilai Rp. 40 Juta. Panggung keberlanjutan ini\u00a0 harapannya bisa menjaga semangat para relawan permukiman\u00a0 dalam mencapai visi permukimannya, sekaligus menjadi ajang saling belajar mengelola permukiman.<\/p>\n<p>Upaya untuk terus menghasilkan kampung-kampung impian baru juga terus berjalan seiring pelaksanaan penanganan permukiman kumuh yang masih akan terus berlanjut,\u00a0 strategi\u00a0 ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Demak untuk mendapatkan penghargaan ADIPURA.<\/p>\n<p><strong>NAIK PANGGUNG<\/strong><\/p>\n<table width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1706 alignleft\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-8.png\" alt=\"\" width=\"281\" height=\"193\" \/>Penghargaan adalah pengakuan pihak luar, yang bukan menjadi tujuan utama pelaksanaan kegiatan penanganan permukiman kumuh di Kabupaten Demak.\u00a0 Kepuasan, kebahagiaan dan kebanggaan masyarakat terhadap lingkungan permukimannya menjadi harapan semua pihak, soal\u00a0 kemudian Desa Kalikondang\u00a0 ditetapkan sebagai\u00a0 Desa terbaik dalam penanganan permukiman kumuh \u00a0dan POKJA PKP Kabupaten Demak\u00a0 masuk 5 bes<\/p>\n<p>ar\u00a0 dalam lomba Hari Habitat tingkat Propinsi \u00a0Jawa Tengah\u00a0 yang bertemakan upaya penanganan permukiman kumuh Tahun 2018, menjadi \u00a0penegasan bahwa penanganan permukiman kumuh di Demak sudah dalam rel \u00a0yang benar\u2026.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1707 alignnone\" src=\"http:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-9.png\" alt=\"\" width=\"210\" height=\"280\" srcset=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-9.png 210w, https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/New-Picture-9-203x270.png 203w\" sizes=\"auto, (max-width: 210px) 100vw, 210px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>CATATAN PENANGANAN KUMUH TAHUN 2018 \u00a0KOTAKU\u00a0 KAB DEMAK Putut Wijanarko, ST Kordinator KOTAKU Kab. Demak OSP-1\u00a0 \u00a0Jawa Tengah &nbsp; &nbsp; Permukiman kumuh tidak semata disebabkan masalah sarana dan prasarana lingkungan yang tidak layak, tetapi masyarakat yang tinggal didalamnya juga berpengaruh <a href=\"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/?p=1699\" class=\"read-more\">Baca Selanjutnya &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1709,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1699","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bidang-kawasan-permukiman"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/download.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1699"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1710,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1699\/revisions\/1710"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinperkim.demakkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}