DEMAK SIAP MENGHADAPI MUSIM KEMARAU

Dalam rangka kesiapsiagaan bencana di kab. Demak, BPBD kab. Demak gelar rapat koordinasi kepada pihak – pihak terkait pada hari kamis tanggal 4 Juli 2019, bertempat di ruang aula gedung BPBD kab. Demak, rapat dipimpin langsung oleh bapak Drs. M. Agus Nugroho L P, selaku kepala BPBD kab. Demak.

Suatu daerah pasti memiliki kondisi wilayah yang rentan akan terjadi bencana, begitu juga Demak rentan akan bencana antara lain : Banjir, Kekeringan, Kebakaran, Angin Puting Beliung dan Tanah longsor namun prosentasenya sangat sedikit sekitar 1%.

Rapat koordinasi ini perlu dilakukan mengingat karena akan di tutupnya waduk gedung ombo yang selama ini sebagai cadangan air utama yang mengaliri di kab. Demak, waduk gedung ombo ditutup selama 3 bulan karena adanya perbaikan kondisi waduk.

Dalam rapat disampaikan pula sebagai langkah awal dalam penanganan daerah bencana adalah pemetaan, kemudian mencari solusi dan dilanjutkan untuk teknis penyelesaian dilapangan, tujuan dalam penanganan ini adalah untuk mengurangi resiko kebencanaan dalam hai ini bencana kekeringan, mengurangi potensi penyebaran penyakit dan peningkatan air bersih.

Ada 11 Kecamatan dan 51 Desa di kab. Demak yang berpotensi menjadi daerah terdampak.

Bantuan air bersih dapat diajukan melalui BPBD dengan harga 200.000/5m3, sedangkan bantuan air bersih yang diajukan langsung ke PDAM dengan harga 227.500/4m3. pengajuan bantuan tangki air bersih bisa di kakulan atas persetujuan Kecamatan.

Bantuan air bersih yang lebih dari 20 tangki disarankan harus ada MOU.

BPBD juga sudah koordinasi dengan BBWS mengenai larangan pengeboran sumur yang diperuntukkan untuk industri.

Harapan pemerintah Kab. Demak dalam menghadapi musim kemarau, semoga Demak tidak terjadi kekeringan yang berkepanjangan dan penyediaan air bersih untuk masyarakat tetap aman selama musim kemarau.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *